Aneka menu santapan yang ditawarkan di restoran ini terbagi menjadi 3 segmen yang berbeda, sepertiga diantaranya mengusung ragam kuliner Amerika selatan, yang sepertiganya lagi mengusung menu-menu European, dan sepertiga terakhir diambil dari macam menu tanah air. Pada umumnya, makanan ala Amerika latin diproses dengan cara Barbeque / Grill. Seperti di Restoran FUEGO, mulai dari daging, sayuran, hingga buah-buahan diproses dengan cara dibakar. Bahan-bahan yang digunakan, banyak yang dominan menjadi ciri khas dari Amerika Latin. Contohnya, Kentang. Banyak menu di FUEGO yang menggunakan umbi ini, antara lain Honey Glazed Ribs, Chimichuri Beef, Potato Soup, dll. Semuanya dihidangkan dengan cara di Grill. Kentang ini sekarang telah menjadi salah satu makanan penting di Eropa walaupun pada awalnya didatangkan dari Amerika Latin, dan kini dihadirkan oleh FUEGO Restaurant.
Selain kentang, ada juga cokelat. Amerika Latin merupakan salah satu Negara penghasil cokelat terbesar di dunia. Cokelat dihasilkan dari kakao (Theobroma cacao) yang diperkirakan mula-mula tumbuh di daerah Amazon Utara sampai ke Amerika Tengah. Mungkin sampai ke Chiapas, bagian paling selatan Meksiko. Orang-orang Olmec memanfaatkan pohon dan , mungkin juga, membuat “cokelat” di sepanjang pantai teluk di selatan Meksiko sekitar 1000 tahun SM. Peradaban pertama yang mendiami Meso-Amerika itu mengenal “kakawa” yang buahnya dikonsumsi sebagai minuman. Kakao atau kokoa sangat penting dalam kebudayaan Meso-Amerika pada saat itu, yaitu suku Maya, Toltec dan Aztec. Mereka memanfaatkan biji kokoa (cocoa bean) sebagai mata uang di semua wilayah itu. Suku Maya dari Guatemala Utara mengambil istilah cocoa dari bangsa Olmec. Diperkirakan kebiasaan minum cokelat suku Maya dimulai sekitar tahun 450 SM – 500 SM. Konon, konsumsi cokelat dianggap sebagai symbol status penting pada masa itu. Suku Maya mengkonsumsi cokelat dalam bentuk cairan berbuih ditaburi lada merah, vanilla, atau rempah-rempah lain. Rasa cokelat masih sulit didefinisikan. Dalam buku Emperors of Chocolate, Joel Glenn Brenner menggambarkan riset terkini tentang rasanya. Tampaknya rasa cokelat tercipta dari campuran 1.200 macam zat, tanpa satu rasa yang jelas-jelas dominant. Sebagian dari zat itu rasanya sangat tidak enak kalau berdiri sendiri. Karenanya, sampai saat ini belum ada rasa cokelat tiruan. Dan kini FUEGO mencoba menghasilkan menu unik dengan cokelat, yaitu Chocolate Pizza.
|